Login Member
Username:
Password :
Agenda
24 November 2017
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya SMP Negeri 1 Randudongkal menyambut baik pemasangan Website di hari ulang tahun SMP yang ke 50 tahun 2012 ini. Baik secara pribadi maupun kelembagaan saya memberikan apresiasi dan sangat positif terhadap pemasangan website, semoga upaya ini tentu bukan hanya bagian dari upaya pendokumentasian perjalanan perkembangan mutu sekolah SMP negeri 1 Randudongkal, tapi juga dapat memberikan inspirasi bagaimana semestinya mengembangkan mutu SMP pada satuan jenjeng pendidikan tersebut ke depan.

Pemerintah telah berupaya penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sejak Indonesia merdeka sampai dengan tahun 2007 dengan pencapaian hasil Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Paket B/Pendidikan setara mencapai 92,52 % atau mendekati Tuntas Paripurna (95%). Sejak diterbitkannya Impres Nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar pendidikan dasar sembilan tahun dan pemberantasan buta aksara, dengan upaya yang ekstra keras, maka Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Paket B/ Pendidikan setara pada tahun 2008 mencapai tuntas paripurna (96,18 %). Dengan pencapaian ini, orientasi penekanan program pembinaan SMP ke depan adalah pada pilar peningkatan mutu pendidikan.

Upaya peningkatan pendidikan yang dipaparkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional antara lain mencakup perubahan kelembagaan, perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran, pembenahan dan perbaikan kurikulum dan pengajaran serta pembinaan sumber daya manusia (guru dan tenaga pendidikan lainnya).

Menurut Bapak Menteri Pendidikan Nasional ( Muhammad Nuh) bahwa proses pendidikan memiliki dua ciri utama yaitu,Pertama Irreversible artinya segala karakter, kemampuan yang dibangun selama proses termasuk kesalahan-kesalahan akan melekat dalam produk yang dihasilkan dan tidak dapat ditarik kembali. Kedua : Futuris-anticipateartinya apa yang dihasilkan oleh sistem pendidikan pada dasarnya menyangkut masa depan. Masa depan dirinya, keluarga dan bangsanya. Disinilah pentingnya membangun karakter optimis, memahami hakekat persoalan dan visioner sehingga mampu menjawab tantangan zaman.

Kesadaran pada dua ciri utama proses pendidikan itulah yang mestinya menjadi acuan dalam mengelola dan membangun pendidikan di SMP Negeri 1 Randudongkal berkait dengan membangun mutu. Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Randudongkal melalui pemenuhan delapan standar nasional pendidikan mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standaer penilaian, sedang giat kami upayakan. Bahkan pasal 50 Undang-undang Sisdiknas menghendaki adanya satuan pendidikan bertaraf Internasional disetiap daerah, ini merupakan tantangan dan sekaligus amanah yang haris kita laksanakan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai ke jenjang tersebut.

Hal-hal yang perlu kita cermati menurut Bapak Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Bapak Prof. Suyanto, Ph.D) adalah perubahan kurikulum, perubahan kelembagaan pendidikan, perubahan sistem ujian akhir sekolah atau nasional dan perubahan sistem penanganan pendidikan guru. Pengkajian terhadap perubahan-perubahan tersebut diharapkan dapat memberikan masukan untuk peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Randudongkal pada masa-masa yang akan datang.

Indikator mutu SMP pada era yang akan datang tidak hanya ditentukan oleh aspek-aspek yang bersifat akademik, tetapi terutama dipengaruhi oleh aspek-aspek yang terkait dengan 
1) Kemampuan personal yaitu kemampuan memahami dirinya antara lain bakatnya, minatnya, kekurangannya, dan kelebihannya, idealismenya dan sebagainya. 2) kemampuan sosial yaitu antara lain mencakup nilai-nilai sikap, sopan santun, ketrampilan berkomunikasi, tenggang rasa, kerjasama, kerja keras, sportivitas, disiplin, menghargai orang lain dan lain-lain.

Menurut Hamid Muhammad ada tiga progam-program strategis unggulan baru dalam upaya peningkatan mutu yang harus dikembangkan di sekolah SMP yaitu, Pertama : SMP berbasis pesantren yaitu memadukan antara keunggulan sekolah dengan keunggulan pesantren. Sekolah terkenal dengan unggul dibidang sains, teknologi dan pengetahuan akademik lainnya, sedangkan pesantren unggul dalam sisi iman dan takwa (imtak)nya. Kedua, desiminasi (penyebaran) best practices di sekolah, yaitu sekolah melakukan praktik-praktik terbaiknya di sekolah (best practices) baik menyangkut menajemen sekolah, pengelolaan keuangan sekolah, pembelajaran, pengelolaan sarana dan prasarana dan lain-lain, kemudian disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain dalam bentuk compact disk (CD) atau dalam bentuk buku. Ketiga, pembelajaran berbasis TIK yang mencakup tiga aspek. Menurut Didik Suhardi yaitu TIK sebagai sistem informasi, TIK sebagai alat bantu belajar mengajar, dan TIK sebagai pusat sumber belajar.

Keberhasilan pembangunan mutu pendidikan di SMP tidak hanya bergantung kepada pemerintah saja, tapi juga diharapkan partisipasi dan komitmen stakeholder pendidikan dan segenap lapisan masyarakat ikut serta membantu dan mendukungya.

Semoga kehadiran website SMP Negeri 1 Randudongkal memberi manfaat sebesar-besarnya bagi semua pihak yang berkecimpung di bidang pendidikan. Kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan website ini, dapat dicatat sebagai amal sholeh kita.

Visi Misi Sekolah
Banner
jardiknasbuku sekolah elektronik
Statistik

Total Hits : 621303
Pengunjung : 132735
Hari ini : 8
Hits hari ini : 28
Member Online : 21
IP : 54.162.166.214
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

alanrm82